Adegan Fhoto dan Vidio Yang Viral di Publik Terhadap Siswa Putri Remaja di Belakang Padang, Perilaku Perbuatan Tercelah Tindakan Kekerasan Warganet Minta Polisi Segera Usut Tuntas Adegan Fhoto dan Vidio Yang Viral di Publik Terhadap Siswa Putri Remaja di Belakang Padang, Perilaku Perbuatan Tercelah Tindakan Kekerasan Warganet Minta Polisi Segera Usut Tuntas

Adegan Fhoto dan Vidio Yang Viral di Publik Terhadap Siswa Putri Remaja di Belakang Padang, Perilaku Perbuatan Tercelah Tindakan Kekerasan Warganet Minta Polisi Segera Usut Tuntas


BATAM//LIDIKPERISTIWA.COM - Sebuah video yang diduga memperlihatkan aksi perundungan terhadap seorang remaja putri di Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Kepulauan Riau, viral di media sosial dan memicu kecaman publik. Rekaman berdurasi sekitar 94 detik itu beredar luas sejak Sabtu (13/6/2026) dan menjadi perbincangan warga di berbagai platform digital.


Dalam video yang beredar, tampak seorang remaja putri berjilbab biru tua berdiri berhadapan dengan remaja perempuan lain di sebuah ruangan sederhana berdinding merah muda. Korban terlihat lebih banyak menundukkan kepala, sementara percakapan berlangsung dengan nada tinggi dan disertai kata-kata kasar


Berdasarkan rekaman yang beredar dan berbagai unggahan media sosial, terdapat dugaan korban mengalami perlakuan tidak menyenangkan. Sejumlah warganet bahkan menyebut adanya penarikan jilbab serta tindakan fisik terhadap korban. Namun informasi tersebut hingga kini masih memerlukan verifikasi dari aparat dan pihak terkait.

Video tersebut pertama kali ramai setelah diunggah melalui akun media sosial yang disebut milik keluarga korban. Dalam unggahan yang beredar, keluarga korban menyampaikan kesedihan dan kekecewaan atas perlakuan yang diduga dialami anaknya.


Perhatian publik tidak hanya tertuju pada dugaan perundungan yang terjadi. Sejumlah warganet juga menyoroti adanya suara tawa dan komentar dari orang-orang yang diduga berada di lokasi kejadian saat peristiwa berlangsung.


Bagian itu memicu kemarahan masyarakat karena tidak terlihat adanya upaya nyata untuk menghentikan atau melerai kejadian yang diduga melibatkan anak di bawah umur tersebut. Banyak pengguna media sosial menilai perekaman dan penyebaran video tidak boleh menggantikan kewajiban membantu korban.


Kolom komentar berbagai unggahan dipenuhi desakan agar kasus tersebut segera ditangani aparat penegak hukum. Sejumlah warga meminta keluarga korban menempuh jalur hukum apabila ditemukan unsur kekerasan atau perundungan terhadap anak.


“Untung ada yang rekam biar jadi bukti. Pak Polsek Belakang Padang tolong ditindak lanjuti,” tulis salah satu akun dalam unggahan yang beredar di media sosial.


Kasus ini juga memunculkan perhatian terhadap pentingnya perlindungan anak di lingkungan sosial. Apabila seluruh pihak yang terlibat masih berstatus anak, penanganan perkara harus memperhatikan prinsip perlindungan anak sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.


Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak mengatur bahwa setiap anak berhak memperoleh perlindungan dari kekerasan fisik, psikis, maupun perlakuan yang merendahkan martabat. Penanganan kasus yang melibatkan anak juga mengedepankan perlindungan identitas serta kepentingan terbaik bagi anak.


Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari Polsek Belakang Padang, Polresta Barelang, maupun instansi perlindungan anak terkait kronologi lengkap, status penanganan, serta identitas pihak-pihak yang terlibat. Media juga belum memperoleh konfirmasi dari keluarga korban maupun pihak yang disebut dalam video.


Proses penelusuran masih berjalan dan media terus mengupayakan konfirmasi lanjutan kepada aparat penegak hukum, keluarga korban, serta pihak terkait lainnya guna memastikan fakta secara utuh dan berimbang sesuai prinsip jurnalistik. (Red)

 
Lebih baru Lebih lama